Full Text Search via Google
KEYWORD
 
Sabtu, 31 Juli 2010 Nonfiksi Fiksi dan Sastra Buku Anak-Anak Teens Buku Masak Halaman Utama
Pengarang Bestseller New Release Coming Soon Recommended Edutivity Member Registrasi
 
Tentang Penulis
  Isman H. Suryaman

Isman H. Suryaman adalah penulis humor Indonesia yang piawai menggelitik urat tawa dengan menggunakan humor pengamatan. Ciri karyanya terlihat dalam sentilan pada berbagai pola pikir atau pengkondisian sosial di Indonesia. Ia juga tak ragu untuk menertawakan diri. "Jangan mengaku sebagai penulis humor di depan umum," ujarnya pada sebuah wawancara, "karena orang-orang akan meminta kita untuk membuktikannya."

Pada September 2004, Isman menerbitkan buku pertamanya, Bertanya atau Mati!, sebuah kumpulan esai humor yang mengajak pembacanya untuk berpikir dan tertawa. Ia percaya bahwa dua aktivitas tersebut (berpikir dan tertawa) tidak saling bertolak belakang. Menurutnya, "Seperti politikus dan kepedulian terhadap rakyat. Sama-sama dua hal yang tampak jarang berpadu, tapi sebenarnya bisa."

Bersama mitra hidupnya yang juga penulis, Primadonna Angela, Isman menerbitkan buku keduanya, Jangan Berkedip!, sebuah kumpulan flash fiction, cerita yang sangat pendek. Bahkan ada ceritanya yang hanya berisi satu kata.

Masih dengan gaya humor, ia menuliskan buku ketiganya, Tujuh Dosa Besar (Penggunaan) PowerPoint. Buku ini menyentil berbagai salah praktik presentasi yang terlalu mengandalkan perangkat lunak seperti PowerPoint, Impress, atau Keynote. Buku ini ia tulis berdasarkan pengalamannya mengadakan lokakarya penulisan kreatif/presentasi dan menghadiri berbagai presentasi yang menurutnya "merupakan ajang pertempuran antara penyaji yang tidak kompeten melawan hadirin yang ingin kabur".

Pada Ubud Writers and Readers Festival 2007, Isman terpilih sebagai salah satu penulis tuan rumah. Bertanya atau Mati! bahkan disebut-sebut di kalangan panitia seleksi sebagai "Parasit Lajang versi Laki". Dalam festival sastra bergengsi ini, Isman menjadi salah satu panelis dalam topik "The Art of Satire". Penampilannya sebagai komedian solo (stand-up comedian) di Jazz Cafe Bali juga mendapatkan sambutan hangat.

Saat ditanya mengapa memilih berdomisili di Bandung, ia menjawab, "Di kota ini banyak orang yang senasib, sering kesulitan membedakan mana kiri dan kanan." Ia pun menertawakan latar belakangnya yang lulusan Teknik Informatika ITB tapi "kalau ditanya umur saja harus menghitung dulu pake jari". Sehari-harinya, Isman menjadi konsultan teknologi informasi. Selain itu, ia juga menjadi copywriter, editor, dan penerjemah lepas.
 
   
 
   
  DETAIL BUKU
Parodi Film Seru
15 Skenario Gokil
Harga : Rp 30.000,- *
Ukuran : 13,5 x 20 cm
Tebal : 144 halaman
Terbit : Desember 2008
Soft Cover
Pesan Sekarang
       
*)Semua pemesanan online akan dilayani oleh situs GramediaShop.com sebagai situs resmi milik divisi Direct Marketing Kelompok Penerbitan Kompas Gramedia.
 
*)harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Parodi Film Seru menghadirkan 15 Skenario Gokil yang bakal bikin harimu cerah. Dari kesulitan Selene membangkitkan tetua vampir dalam film Underworld.

SELENE
(MEMBACA PANDUAN) "Teteskan darah secukupnya. Biarkan mengembang selama lima menit."

... hingga kebingungan Shanaz mengemas barang untuk mendaki Gunung Merapi dalam Mengejar Mas Mas.

SHANAZ
Barang yang perlu gue bawa... celana pendek. Celana pendek. Dan... hmm, oke, celana pendek. Beres.

Dari genre horor (Resident Evil), aksi (Transformers), hingga megalomania (Rocky Balboa dan Rantai Bumi).


PERINGATAN: buku ini bisa mengubah pengalamanmu nonton film secara permanen.
ISBN : 978-979-22-4219-5; 20408104

Kategori:
  • Nonfiksi/Humor
Kirim ke teman
Print Artikel
Kembali ke atas
   
Buku Terkait
 
Bluku Humor
Ocehan Si Mbot
Gilanya Orang Kantoran
Meramal Yuuuk!
Ceriakan Harimu Menggunakan Benda Sehari-Hari
Bertanya atau Mati !
7 Dosa Besar (Penggunaan) Power Point
 
 
Visitor Number : 14,159,189
Tentang KamiMembership | FAQ | Hubungi Kami
Site MapTerm of Services | Disclaimer
Copyright © 2003 - PT Gramedia Pustaka Utama