Arti rungkad – Jika kamu aktif menggunakan media sosial atau sering mendengarkan lagu-lagu yang sedang populer, kemungkinan besar kamu sudah tidak asing lagi dengan kata “rungkad.” Kata ini berasal dari bahasa Sunda dan belakangan ini semakin sering terdengar, terutama di kalangan anak muda. “Rungkad” kini banyak digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang sedang mengalami kehancuran, baik dari segi emosional, mental, atau bahkan dalam konteks kehidupan yang lebih luas.
Namun, apa sebenarnya arti dari kata “rungkad”? Dari mana asal-usulnya? Bagaimana kata ini berkembang dan diterima dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita gali lebih dalam untuk memahami makna, sejarah, dan penerapan kata “rungkad” dalam percakapan masa kini.
Table of Contents
Pengertian Rungkad

Secara bahasa, rungkad berasal dari bahasa Sunda yang berarti runtuh, tumbang, hancur lebur, atau roboh. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang ambruk, baik secara fisik maupun dalam arti kiasan.
Dalam penggunaan sehari-hari, rungkad juga memiliki makna yang lebih luas, yaitu menggambarkan kondisi seseorang atau sesuatu yang sedang dalam keadaan buruk atau terpuruk. Misalnya, seseorang yang sedang mengalami kegagalan dalam hubungan, bisnis, atau kehidupan secara umum bisa dikatakan sedang rungkad.
Belakangan, istilah ini semakin populer di media sosial dan dunia hiburan, terutama setelah digunakan dalam lirik lagu Rungkad yang dinyanyikan oleh Happy Asmara. Dalam lagu tersebut, rungkad menggambarkan perasaan hancur karena kehilangan orang yang paling disayangi. Penggunaan kata ini pun menjadi semakin luas, tidak hanya di kalangan penutur bahasa Sunda, tetapi juga di berbagai daerah lainnya.
Asal-Usul Kata Rungkad
Kata rungkad berasal dari bahasa Sunda yang secara harfiah berarti runtuh, tumbang, atau roboh. Dalam bahasa Sunda, kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang benar-benar jatuh atau hancur, baik dalam arti fisik maupun kiasan. Contohnya, pohon yang tumbang karena angin kencang bisa disebut rungkad, begitu juga dengan bangunan yang roboh akibat gempa.
Seiring waktu, makna rungkad berkembang dan tidak hanya terbatas pada benda fisik yang tumbang, tetapi juga kondisi seseorang yang sedang mengalami keterpurukan. Dalam percakapan sehari-hari, orang Sunda mulai menggunakan kata ini untuk menggambarkan perasaan yang sedang tidak baik-baik saja, seperti patah hati, kehilangan sesuatu yang berharga, atau menghadapi kegagalan besar dalam hidup.
Popularitas kata rungkad semakin meluas ketika digunakan dalam lagu-lagu berbahasa Jawa dan Sunda, terutama setelah muncul dalam lirik lagu Rungkad yang dinyanyikan oleh Happy Asmara. Dalam lagu tersebut, rungkad menggambarkan perasaan hancur karena ditinggalkan oleh seseorang yang sangat dicintai. Dari sini, kata ini mulai banyak digunakan di media sosial dan percakapan sehari-hari, bahkan oleh mereka yang bukan penutur asli bahasa Sunda.
Kini, rungkad bukan hanya sekadar kata dalam bahasa daerah, tetapi sudah menjadi bagian dari bahasa gaul yang dipahami secara luas oleh masyarakat Indonesia.
Bahasa Sunda merupakan bahasa daerah kedua terbanyak jumlah penuturnya di Indonesia. Di samping itu, bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa daerah yang mendapatkan perhatian yang cukup memadai dari para penuturnya, para bahasawan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dan pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, eksistensi bahasa Sunda hingga kini terus berlanjut. Sudah banyak buku mengenai bahasa Sunda yang ditulis oleh para pakar bahasa Sunda dan dimanfaatkan oleh pembacanya. Salah satunya adalah kamus bahasa Sunda. Namun demikian, kami merasa perlu untuk menyusun buku Kamus Lengkap Bahasa Sunda: Sunda-Indonesia dan Indonesia-Sunda ini yang ditujukan untuk para pelajar dan mahasiswa khususnya serta masyarakat pecinta bahasa Sunda umumnya. Dalam hal ini, penyusunannya diusahakan selengkap mungkin, yakni meliputi kosakata yang frekuensi penggunaannya cukup tinggi. Buku ini disusun oleh Candra T. Munawar, seorang alumni Jurusan Sastra Sunda Universitas Padjadjaran. Beberapa buku bahasa sunda yang pernah ditulisnya: Panduan Baca Tulis Aksara Sunda (Yrama Widya, 2010) dan 1330 Babasan dan Paribasa Bahasa Sunda (Nuansa Aulia, 2010).
Makna dan Penggunaan Rungkad dalam Bahasa Gaul
Dalam bahasa gaul, rungkad mengalami perluasan makna yang tidak hanya merujuk pada sesuatu yang benar-benar runtuh atau tumbang secara fisik, tetapi juga menggambarkan kondisi seseorang yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Kata ini sering digunakan untuk mengekspresikan perasaan kecewa, sedih, atau gagal dalam suatu hal.
Misalnya, seseorang yang baru saja mengalami putus cinta bisa mengatakan, “Duh, aku rungkad banget setelah ditinggal si dia.” Maknanya, orang tersebut merasa sangat terpukul dan hancur secara emosional. Begitu juga dalam hal pekerjaan atau usaha, seseorang yang mengalami kebangkrutan bisa berkata, “Bisnisku rungkad gara-gara pandemi.”
Penggunaan rungkad juga sering muncul di media sosial sebagai bentuk ekspresi perasaan yang dramatis namun tetap relate dengan banyak orang. Beberapa contoh penggunaan kata rungkad dalam bahasa gaul antara lain:
- “Tim favoritku kalah di final, rungkad parah!” ? menggambarkan kekecewaan mendalam karena tim kesayangannya kalah.
- “Habis gajian cuma numpang lewat, dompet udah rungkad lagi.” ? menunjukkan kondisi keuangan yang sedang buruk.
- “Ujian kali ini susah banget, otakku rungkad!” ? mengekspresikan kesulitan dalam menghadapi ujian yang berat.
Selain digunakan dalam percakapan sehari-hari, kata rungkad juga semakin populer berkat lagu Rungkad yang dinyanyikan oleh Happy Asmara. Dalam liriknya, kata ini menggambarkan perasaan seseorang yang merasa hancur karena kehilangan orang yang paling disayangi.
Secara keseluruhan, rungkad kini telah menjadi bagian dari kosakata bahasa gaul yang sering digunakan oleh berbagai kalangan, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Kata ini mampu mewakili perasaan seseorang yang sedang terpuruk dengan cara yang lebih ekspresif dan mudah dipahami.
Keterampilan komunikasi adalah salah satu skill terpenting di era ini. Mau jadi content creator, entertainer, enterpreneur, atau apapun cita-citamu kelak, semua memerlukan komunikasi yang lancar dan babas hambatan. Sayang, enggak semua orang menguasai teknik berkomunikasi yang efektif. Enggak sedikit pula yang takut bicara atau tampil di depan publik. Buku ini hadir dengan tips & trik praktis yang bisa dipakai sehari-hari. Isinya to the point, praktis, tidak banyak teks panjang – Cocok buat anak SMA-SMA Buku ini memberikan tips dan trik untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan membantu Anda untuk berkomunikasi dengan lebih efektif dan santai. Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan humoris, sehingga mudah dibaca dan dipahami. Buku ini juga dilengkapi dengan contoh-contoh yang relatable dan mudah dipahami.
Contoh Penggunaan Kata Rungkad dalam Berbagai Situasi
Contoh Penggunaan Kata Rungkad dalam Berbagai Situasi
Kata rungkad telah menjadi istilah yang populer di kalangan anak muda dan sering digunakan dalam berbagai situasi. Maknanya yang fleksibel membuatnya bisa menggambarkan berbagai kondisi, mulai dari perasaan hancur, kelelahan, hingga keuangan yang menipis. Nah, biar kamu makin paham, berikut beberapa contoh penggunaan rungkad dalam kehidupan sehari-hari!
1. Rungkad dalam Kehidupan Percintaan
Dalam dunia asmara, rungkad sering dipakai untuk menggambarkan seseorang yang sedang mengalami patah hati atau kekecewaan mendalam. Misalnya:
- “Setelah pacarku mutusin aku, rasanya hatiku rungkad!” ? Ungkapan perasaan hancur setelah putus cinta.
- “Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya itu rungkad banget, bro.” ? Menunjukkan kesedihan karena ditinggal pasangan tanpa alasan jelas.
2. Rungkad dalam Keuangan atau Pekerjaan
Selain dalam percintaan, istilah ini juga sering dipakai dalam hal pekerjaan atau kondisi keuangan yang sedang sulit. Contohnya:
- “Gajian baru kemarin, tapi saldo sudah rungkad gara-gara cicilan.” ? Menggambarkan kondisi keuangan yang langsung habis setelah menerima gaji.
- “Bisnis gue rungkad setelah pandemi melanda.” ? Usaha mengalami kegagalan atau kebangkrutan akibat suatu keadaan tertentu.
- “Dapat tugas numpuk pas weekend, rungkad banget rasanya!” ? Menunjukkan rasa stres karena beban kerja yang menumpuk.
3. Rungkad dalam Dunia Pendidikan
Anak sekolah dan mahasiswa juga sering menggunakan kata rungkad untuk menggambarkan kesulitan dalam belajar atau menghadapi ujian. Contohnya:
- “Ujian kali ini susah banget, otakku rungkad!” ? Mengungkapkan kesulitan dalam mengerjakan soal ujian.
- “Hasil ujianku rungkad, harus belajar lebih giat lagi.” ? Menunjukkan bahwa nilai ujian buruk sehingga perlu usaha lebih keras.
4. Rungkad dalam Situasi Fisik atau Kesehatan
Kata rungkad juga bisa digunakan untuk menggambarkan kondisi fisik yang lelah atau tidak fit. Beberapa contoh penggunaannya antara lain:
- “Capek banget abis lari sepuluh putaran, badan rungkad semua!” ? Menggambarkan rasa lelah setelah berolahraga berat.
- “Kurang tidur dua hari, kepala rungkad banget.” ? Menunjukkan kondisi tubuh yang sangat lelah akibat kurang istirahat.
5. Rungkad dalam Konteks Hiburan atau Media Sosial
Dalam dunia hiburan dan media sosial, rungkad sering digunakan untuk mengekspresikan kekecewaan atau kejutan yang besar. Misalnya:
- “Film yang aku tunggu-tunggu ternyata jelek banget, ekspektasi rungkad!” ? Ungkapan kecewa karena film yang ditunggu tidak sesuai harapan.
- “Tim favorit gue kalah di final, hati rungkad!” ? Menggambarkan kekecewaan akibat tim kesayangannya kalah dalam pertandingan.
- “Ending dramanya plot twist banget, emosiku rungkad!” ? Menunjukkan perasaan campur aduk karena cerita drama yang mengejutkan.
Dari berbagai contoh di atas, bisa dilihat bahwa kata rungkad tidak hanya merujuk pada sesuatu yang benar-benar runtuh secara fisik, tetapi juga bisa menggambarkan perasaan hancur, kelelahan, hingga kondisi yang tidak menguntungkan. Makanya, nggak heran kalau kata ini sering muncul di percakapan sehari-hari, terutama di media sosial. Jadi, kalau kamu lagi ngalamin sesuatu yang bikin hancur banget, bisa aja bilang: “Duh, gue rungkad!”
Semua orang senang berbicara mengenai diri sendiri. Hal itu terjadi di mana saja dan kapan saja—baik di salon kecantikan maupun di ruang rapat, orang-orang suka menyampaikan pemikiran, ide, dan perasaan mereka mengenai banyak hal. Namun, jika semua orang berbicara, siapa yang akan betul-betul mendengarkan? Pernahkah Anda merasa frustrasi ketika mencoba berkomunikasi dengan kolega atau orang terdekat? Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa isi perbincangan Anda dengan mereka terkesan repetitif dan monoton? Pernahkah Anda merasa bahwa orang yang kelihatannya mendengarkan Anda sebenarnya tidak benar-benar menyimak? Melalui contoh kasus yang nyata, teknik-teknik yang mudah dipelajari, dan latihan praktis, Dale Carnegie akan menunjukkan bahwa Anda bisa menjadi pendengar yang baik dan Anda pun bisa menjadi sosok yang didengar serta dimengerti orang lain. Buku ini menghadirkan eksplorasi mendalam seputar mendengarkan, yang merupakan salah satu alat untuk menjalin hubungan yang baik dengan sesama. Kita diajak untuk mendalami berbagai faktor yang menciptakan seni mendengarkan yang efektif, cara memahami apa yang akan disampaikan seseorang, penyebab seseorang merasa kesal ketika sedang berbicara, serta cara menyimak perkataan orang lain supaya dia merasa didengar.
Kesimpulan
Setelah membahas pengertian, asal-usul, dan makna dari kata rungkad, kini kamu pasti lebih mengerti bagaimana kata ini digunakan dalam berbagai situasi, bukan? Mulai dari menggambarkan sesuatu yang rusak atau runtuh secara fisik hingga menyampaikan perasaan hancur atau terpuruk, rungkad memang memiliki makna yang sangat luas dalam percakapan sehari-hari. Kata ini semakin populer, terutama di kalangan anak muda, berkat pengaruh media sosial dan lagu-lagu yang sering mengangkat tema ini.
Jadi, jika suatu saat kamu merasa terpuruk atau menghadapi masalah yang berat, tak ada salahnya untuk berkata, “Duh, gue rungkad!”—meskipun begitu, ingatlah untuk selalu bangkit dan berusaha lagi. Jangan lupa juga, kamu bisa menemukan berbagai koleksi buku menarik dan best seller lainnya di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu. Ayo, mari kita #TumbuhBersama dengan Gramedia!
Penulis: Yasmin