Budidaya teh – Teh, baik sebagai minuman maupun tanaman, punya tempat tersendiri di masyarakat Indonesia. Ada banyak petani yang memilih melakukan budidaya teh di kawasan daerah tinggi dari ujung barat sampai ke ujung timur negara ini. Minuman teh sendiri punya banyak variasi, mulai dari teh pahit, manis, campur madu, campur telur, campur coklat, dan lain sebagainya.
Jika dilihat dari sejarahnya, teh sudah masuk ke Indonesia jauh sebelum masa kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1684. Saat itu, biji teh dikirim dari Jepang untuk ditanam sebagai tanaman hias. Satu dekade kemudian, perdu teh muda dari China tumbuh di Jakarta.
Setelah itu, pada tahun 1877 teh Assam dari Sri Lanka mulai ditanam di Kebun Gambung, Jawa Barat oleh seorang anak keturunan Belanda bernama R. E. Kerkhoven. Sejak saat itu, perkembangan perkebunan teh di Indonesia mulai pesat hingga teh Assam perlahan-lahan menggantikan teh China.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi teh di Indonesia pada tahun 2021 mencapai jumlah 137,8 ton. Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak memproduksi teh dengan angka 67,6%, kemudian diikuti oleh Jawa Tengah (12,5%), Sumatera Utara (7,0%), 5 provinsi lainnya (5,7%), Sumatera Barat (4,0%), dan Jambi (3,2%).
Selain itu, teh telah berkembang menjadi salah satu komoditi ekspor yang menghasilkan angka fantastis. Pada tahun 2021, misalnya, BPS mencatat ada 42,7 ribu ton teh yang diekspor dengan nilai mencapai $89,2 juta.
Dengan kata lain, budidaya teh bisa jadi pilihan bagi penggemar tanaman ini karena dapat memenuhi kebutuhan akan teh dan juga berpotensi menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Lantas, bagaimana cara membudidayakan tanaman ini? Fokuskan pikiran dan siapkan catatanmu karena dalam artikel ini kita akan membahas tentang seluk beluk budidaya teh.
Table of Contents
Cara Budidaya Teh
Setelah mengetahui apa saja syarat tumbuh tanaman teh, kamu harus mengetahui bagaimana cara budidaya teh yang baik dan benar. Berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu lakukan:
Persiapan lahan
Yang namanya budidaya, tentu memerlukan lahan khusus untuk ditanami oleh tanamannya. Dalam budidaya teh, lahan ini harus disiapkan sejak jauh hari sebelum pemilihan bibit dimulai, sebab persiapannya tidak mudah. Sebagai permulaan, kamu harus memilih lahan yang akan digunakan, bisa hutan belantara, lahan pertanian, semak belukar, atau yang lainnya. Setelah itu, bongkar semua pohon dan tunggul sampai ke akarnya agar tidak menjadi sumber penyakit.
Setelah itu bersihkan gulma di sekitar lahan dengan herbisida sesuai dengan dosis yang tercantum dalam kemasannya. Pengolahan tanah ini dimaksudkan untuk membuat tanah menjadi gembur, subur, bebas dari sisa akar dan tunggul, serta memusnahkan gulma yang tumbuh. Jika lahan sudah bersih sepenuhnya, cangkul area yang akan ditanami tanaman teh sebanyak dua kali. Pada pencangkulan yang pertama, gali tanah hingga 60 cm demi menggemburkan tanah dan membersihkan sisa gulma serta akar.
Setelah itu, biarkan lahana selama 2-3 minggu terlebih dulu. Jika sudah, lakukan pencangkulan tahap kedua dengan kedalaman 40 cm agar lahannya menjadi rata. Langkah selanjutnya adalah pemasangan patok dan pengukuran. Patok harus dipasang dengan jarak 20 m antara satu dan yang lainnya, baik untuk panjang maupun lebar. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan petakan berukuran 400 m2.
Setelah langkah ini selesai dilakukan, selanjutnya tinggal membuat jalan kebun. Saat pembuatan jalan ini sebaiknya pertimbangkan faktor kemiringan, pemeliharaan, dan juga pengangkutan pucuk. Hal ini dilakukan agar jalan kebun tidak menghabiskan terlalu banyak area yang membuang banyak tanah dan tidak juga terlalu sempit sehingga menyulitkan pekerjaanmu nantinya.
Pembibitan
Untuk memulai proses budidaya teh, tentunya kamu harus mengetahui dari mana tanaman teh tumbuh awalnya. Nah, tanaman ini bisa tumbuh dengan cara generatif (dari biji) maupun vegetatif (dari stek).
Pembibitan dari biji
Pemungutan biji
Pengembangan budidaya tanaman teh dari biji dimulai dengan pemungutan bijinya terlebih dahulu. FYI, teh adalah tanaman yang berbuah sepanjang tahun dan memiliki dua fase pembuahan.
Pertama adalah pembuahan lebat yang terjadi di musim kemarau dan kedua adalah pembuahan tidak lebat di musim hujan. Biasanya biji teh akan matang dalam waktu 8 bulan setelah pembungaan.
Lalu, biji mana yang harus dipilih sebagai benih awal? Berikut kriteria atau ciri-ciri biji teh yang baik:
- Warna kulitnya hitam dan mengkilat
- Bijinya dipenuhi dengan isi yang berwarna putih
- Berat jenisnya lebih besar dari air, jadi saat dimasukkan ke dalam air bijinya akan tenggelam.
- Bentuk dan ukurannya normal
Saat proses pemungutan, hanya pilih biji yang sudah jatuh ke tanah. kemudian biji yang sudah dikumpulkan harus segera dimasukkan ke dalam bak air untuk melihat mana biji yang baik dan tidak. Sesuai dengan kriteria di atas, biji yang dipilih adalah biji yang tenggelam.
Setelah itu, keringkan biji dengan cara diangin-angin lalu dicampur dengan fungisida. Selanjutnya, segera tanam biji karena biji teh punya daya kecambah yang cepat menurun. Artinya, jika terlalu lama disimpan, besar kemungkinan biji tidak akan menumbuhkan kecambah.
Persemaian biji
Persemaian biji bisa kamu lakukan di tanah langsung atau dengan menggunakan polibag. Pemilihan cara ini harus disesuaikan dengan kondisi lahan (subur atau tidak), posisi lahan (terbuka atau tertutup), jarak dengan sumber air dan jalan, mudah atau tidaknya pemeliharaan, pengawasan, dan transportasi bibit.
Jika kamu punya lahan yang subur, terlindungi dari sinar matahari langsung, dekat dengan sumber air dan jalan, serta mudah dijangkau, maka kamu bisa melakukan persemaian di atas lahan tersebut. Namun, lahannya harus disiapkan 6 bulan sebelum persemaian dimulai. Persiapan ini meliputi pembukaan hutan, belukar, pembongkaran pohon-pohon dan tunggul yang mengganggu, hingga pembuatan bedengan dengan lebar 90 cm, tinggi 10 – 15 cm, dan panjang sesuai dengan kebutuhan,
Pengecambahan biji
Proses pengecambahan harus dilakukan pada sebuah bangunan yang berukuran lebar 100 cm, panjang 400 cm, tinggi bagian depan 150 cm, dan tinggi bagian belakang 75 cm. Pada bagian kiri, kanan, dan belakang bangunan ini, harus ditutup rapat menggunakan dinding bambu.
Di dalam bangunan, siapkan hamparan pasir kali yang sudah dicampur terlebih dulu dengan fungisida setebal 5 cm. Setelah itu, hamparkan biji di atas pasir tersebut kemudian tutup kembali menggunakan pasir. Setelah bibit tertutup semuanya oleh pasir, siram dengan air bersih kemudian tutup menggunakan karung basah yang bersih. Ulangi penyiraman jika pasir sudah terlihat kering. Terakhir, keluarkan biji jika sudah belah dan berkecambah untuk dipindahkan ke bedengan atau polybag.
Penanaman biji
Biji yang sudah belah dan berkecambah bisa langsung ditanam di tanah bedengan. Dalam bedengan ini kamu harus membuat lubang sedalam 3 cm, kemudian tanam biji dengan kecambah menghadap ke bawah.
Pastikan jarak tanam biji adalah 15 cm x 15 cm. Setelah biji ditanam, buat naungan menggunakan sasak bambu, paku andam, atau rumput alang-alang. Setelah itu, siram dengan air secara teratur. Proses penanaman biji ini berlangsung hingga biji berumur 10 sampai 12 bulan. Jika waktunya sudah ideal, kamu harus memilah biji yang baik untuk dijadikan bibit. Sebaiknya, biji yang kualitasnya kurang baik, tidak digunakan sebagai bibit agar kualitasnya terjaga.
Dalam proses penanaman biji menjadi bibit ini, kamu harus memperhatikan tumbuh kembang bijinya dengan baik. Beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah:
- Ganti biji yang tidak tumbuh setelah satu bulan harus segera diganti dengan biji baru.
- Lakukan penyiangan setiap satu setengah bulan secara manual dengan berdasarkan pada gulma yang tumbuh.
- Atasi hama dan penyakit yang terlihat muncul pada calon bibit
- Lakukan pemupukan sebanyak empat kali dalam waktu satu tahun agar pertumbuhannya bisa semakin cepat.
- Berikan pupuk daun setelah bibit menginjak umur empat bulan.
- Saat musim kemarau tiba, pastikan bibit mendapatkan pasokan air yang cukup.
Pemindahan bibit ke lapangan
Waktu ideal untuk memindahkan bibit ke lapangan adalah setelah bibit berumur 2 tahun. Saat proses pemindahan ini, kamu bisa membongkar bibit dengan cara berikut ini:
- Potong batang dengan tinggi sekitar 15 – 20 cm di atas tanah dua minggu sebelum dibongkar
- Cangkul tanah dengan kedalaman mencapai 60 cm, lalu cabut bibit dengan tangan agar akar rambutnya tidak rusak.
- Potong akar tunggang dan akar cabang yang terlalu panjang hingga menyisakan sekitar 30 cm.
- Segera tanam bibit yang sudah dibongkar dari bedengan karena bibit tidak boleh ditanam lebih dari satu hari setelah pembongkaran.
Tanaman teh yang tumbuh dari bibit umumnya memiliki kualitas yang lebih baik dibanding yang ditanam dari stek. Tanaman yang berkualitas dapat memberikan manfaat dan khasiat lebih maksimal kepada pecinta teh. Apakah Grameds sudah tahu apa saja khasiat dari teh? Jika belum, tenang, kamu bisa mencari tahu dalam buku Kisah Dan Khasiat Teh.
Di dalam buku ini, penulis mengajak kita menikmati teh yang sebenarnya. Melalui cara penyeduhan dan seni meracik yang benar, teh dapat tampil dalam rasa yang luar biasa. Aneka resep minuman teh dingin dan panas yang lezat dan praktis serta aneka resep makanan yang berbahan dasar teh juga disajikan di sini.
Pembibitan dari stek
Dibanding pembibitan dari biji, cara ini lebih cepat tumbuh karena kamu tidak mulai dari awal. Apalagi bibit yang ditanam memiliki kualitas yang sama dengan pohon induknya, karena itu cara ini sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan teh dalam skala besar.
Meski demikian, kamu harus memastikan bahwa stek harus diambil dari pohon yang dikelola secara khusus sehingga memiliki kemurnian bahan tanaman, potensi produksi, dan kualitas yang tinggi. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan kesuburan dan kesehatan pohon induknya, teknik pengambilannya, pengemasan stek, dan juga pengangkutannya. Jika ada satu faktor yang luput dari perhatian, pembibitan tidak akan berjalan dengan baik.
Cara pengambilan stek
Stek untuk pembibitan bisa diambil 4 bulan setelah pemangkasan awal. Potong ranting setinggi 15 cm dari bidang pangkasan pada perbatasan warna coklat dan hijau. Setelah itu, stek harus diambil dari ranting yang panjangnya 1 ruas serta mempunyai 1 helai daun. Saat memotong stek, setiap potongan diambil ruas dengan satu lembar daun 0,5 cm di atas dan 4 sampai 5 cm di bawah ketiak daun dengan kemiringan 45 derajat. Stek yang sudah dipotong kemudian dikumpulkan dalam ember berisi air selama maksimal 30 menit.
Setelah itu, segera tanam stek di tempat pembibitan. Jika tempat pembibitannya jauh, kamu bisa mengemas stek menggunakan kantong plastik. Namun dimasukkan ke dalam kantong plastik, celupkan dulu stek ke dalam larutan fungisida serta hormon tumbuh selama dua menit.
Persemaian stek
Persemaian stek ini harus disiapkan dari jauh hari sebelum penanaman stek di kebun. Dengan begitu, kamu bisa mencapai ketepatan waktu tanam. Adapun lokasi persemaian yang disiapkan harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:
- Tempatnya terbuka supaya memperoleh solar radiasi secara optimal.
- Drainase tanahnya baik sehingga pertumbuhan akar bisa berkembang optimal nantinya.
- Dekat dari sumber air agar memudahkan saat penyiraman serta pemberantasan hama penyakit.
- Dkat dengan jalan utama agar memudahkan pengawasan dan pengangkutan bibit nantinya.
- Pastikan tanah pengisi kantong plastik sudah tersedia di lokasi persemaian.
- Sebaiknya pilih tanah yang melandai ke arah timur supaya bibit mendapatkan solar radiasi pagi hari yang baik.
Pembuatan bedengan
Pembuatan bedengan dan penyusunan polybag untuk persiapan penanaman bibit dari stek bisa dilakukan dengan cara berikut ini:
- Buat bedeng dengan lebar satu meter dan panjang sesuai dengan keadaan (maksimal 15 meter). Beri jarak 60 cm antara satu bedengan dengan yang lainnya dan buat parit saluran air antar bedengan dengan kedalaman 10 cm.
- Gemburkan lantai bedengan dengan garpu sebelum diratakan.
- Susun polybag dengan posisi tegak berbaris secara rapi lalu tutup dengan plastik agar terlindung dari air hujan. Pastikan media tanah untuk polybag sudah dicampur dengan pupuk, fumigan, tawas, dan fungisida.
- Buat rangka sungkup dari bambu dengan bentuk setengah lingkaran atau seperti atap rumah di atas bedengan.
- Sungkup bedengan dengan lembaran plastik.
Penanaman Stek
Satu hari sebelum ditanam, atur polybag dalam bedengan lalu siram dengan air sampai tanahnya cukup basah. Setelah itu, lakukan langkah berikut untuk penanaman steknya:
- Celupkan tangkai stek pada larutan fungisida dan hormon tumbuh selama 1-2 menit
- Tanam stek dengan cara ditancapkan tangkainya ke dalam tanah di polybag dan posisi daun menghadap ke arah tangan. Pastikan arah daun condong ke atas agar tidak saling menutupi.
- Siram stek yang sudah ditanam dengan air bersih.
- Lakukan penyiraman pertama secara teratur selama 3-4 minggu. Setelah itu, penyiraman bisa diatur sesuai dengan keadaan tanah.
- Tutup bedengan dengan sungkup plastik selama 3-4 bulan.
- Pembukaan sungkup bisa dilakukan setelah stek memiliki akar dan tunasnya memiliki panjang sekitar 15 cm.
- Lakukan pembukaan sungkup secara bertahap setiap 2 jam pada minggu pertama dan kedua, setelah itu bertahap selama 4, 6, 7, dan 12 jam hingga semua sungkup terbuka.
Seleksi bibit
Setelah stek berumur 6 bulan, kamu sudah bisa melakukan penyeleksian bibit untuk memisahkan bibit yang sehat dengan yang kurang sehat. Dalam penyeleksian ini, bibit yang sehat dan baik harus dipindahkan keluar supaya bisa beradaptasi dengan sinar matahari.
Ketika bibit beradaptasi, kamu bisa memberikan naungan dari paku andam atau alang-alang atau membuka plastik naungannya secara bertahap. Adapun kriteria bibit yang sudah siap tanam adalah:
- Berumur minimal 8 bulan.
- Memiliki tinggi minimal 30 cm dengan jumlah daun minimal 5 helai.
- Tumbuh sehar, mekar, dan berdaun normal.
- Memiliki akar yang baik, artinya ada akar tunggang semu dan tidak mengalami pembengkakan kalus.
- Sudah beradaptasi minimal 1 bulan terhadap sinar matahari.
Pemeliharaan tanaman
Tanaman yang telah ditanam harus dipelihara dan diperhatikan dengan baik agar bisa mendapatkan hasil yang berkualitas. Dalam tahap ini, ada beberapa langkah yang mesti kamu lakukan, diantaranya adalah:
Pemeliharaan dan pemangkasan
Tanaman teh yang belum bisa menghasilkan harus memperoleh naungan sementara dari tanaman Crotalaria sp atau Theprosia sp. Kedua tanaman ini biasanya ditanam dengan jarak sekitar dua baris dari tanaman teh.
Saat mencapai umur enam bulan, tingginya akan mencapai >1 meter, karena itu dibutuhkan pemangkasan agar tanaman ini tidak mengganggu pertumbuhan tanaman teh milikmu. Pemangkasan bisa dilakukan setiap enam bulan sekali saat musim penghujan dengan tinggi 50 cm, sisanya disimpan di sekitar tanaman untuk menjadi mulsa.
Pengendalian gulma
Pengendalian gulma sangat penting agar tanaman teh tumbuh dengan baik. Jika ini tidak dilakukan, gulma akan merebut unsur hara, cahaya matahari, ruang tumbuh, dan air yang didapatkan oleh tanaman teh. Pengendalian ini bertujuan untuk menekan kerugian yang ditimbulkan oleh gulma dan memastikan pertumbuhan gulma tidak terlalu pesat. Dengan begitu, pertumbuhan teh dan produksi pucuknya akan lebih maksimal.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Salah satu penyakit yang mengancam perkebunan teh adalah cacar yang diakibatkan oleh jamur Exobasidium Vexans Massae. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas teh dengan sangat drastis dan mengurangi hasil produksi hingga 40%. Cara yang paling banyak dilakukan oleh petani teh selama ini adalah dengan menggunakan fungisida sintetik yang dianggap praktis, efektif, dan murah. Namun cara ini memiliki dampak negatif yang ditimbulkan, maka kamu harus mempertimbangkan dengan matang sebelum menerapkannya.
Seperti yang sudah disebutkan di awal, teh merupakan salah satu komoditi ekspor yang memberikan keuntungan cukup besar. Namun selain itu, tanaman ini juga bisa menjadi sumber penghasilan sampingan bagi kamu yang ingin mendapatkan tambahan rezeki.
Salah satunya adalah dengan menjadi penjual minuman es teh dan produk olahan teh lainnya, Akan tetapi, kamu perlu membaca buku Kursus Wirausaha: Menjadi Pengusaha Es Buah & Es Teh yang membahas tentang ide usaha, cara memasarkan, modal, peralatan, mendesain gerobak, cara menentukan harga jual, analisis usaha, dan cara mengembangkan bisnis minuman teh.
Syarat Tumbuh Tanaman Teh

Teh sebenarnya merupakan tanaman yang berasal dari daerah sub-tropis, jadi sangat cocok ditanam di daerah pegunungan. Namun tidak semua daerah pegunungan ideal bagi tanaman ini, sebab syarat tumbuh utama tanaman teh adalah kecocokan iklim dan tanah. Berikut ini penjelasan lengkapnya.
Iklim
Iklim yang baik berperan penting dalam mendukung tanaman teh agar bisa tumbuh dengan ideal. Adapun beberapa faktor iklim yang harus diperhatikan diantaranya adalah:
- Suhu udara berada di kisaran 13 – 15 derajat celcius
- Kelembaban saat siang hari kurang dari 70%
- cura hujan tahunan tidak kurang dari 2.000 mm
- Mendapatkan penyinaran sinar matahari yang cerah
- Maksimal suhu udara yang baik adalah 25 derajat celcius, jika lebih dari itu pertumbuhan teh akan menjadi lambat.
- Tidak terlalu sering terkena tiupan angin yang berlangsung secara terus-menerus
Tanah
Jenis tanah yang ideal untuk budidaya tanaman teh adalah tanah yang serasi. Tanah serasi berarti tanah yang banyak mengandung bahan organik sehingga menjadi subur, kemudian tidak memiliki cadas dengan derajat keasaman 4,5 – 5,6 . Biasanya, tanah serasi berada di lereng-lereng gunung berapi yang disebut juga dengan tanah Andisol. Selain itu, ada juga tanah Latosol dan Podzolik yang berada di dataran rendah dengan ketinggian di bawah 800 mdpl.
Sebelum melakukan budidaya tanaman ini, kamu harus melakukan survei tanah terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengetahui apakah tanah dan kemampuan lahannya sudah sesuai atau belum.
Kesesuaian tanah ini nantinya dibagi lagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori I, II, dan III. Sementara itu, kemampuan lahan berhubungan dengan hal-hal berikut ini:
- Kemiringan lahan
- Ketebalan tanah
- Peta kemampuan lahan
- Peta rekomendasi penggunaan lahan
Elevasi
Pada dasarnya, elevasi tidak selalu menjadi faktor yang membatasi pertumbuhan tanaman teh, khususnya jika iklim dan tanah sudah serasi. Akan tetapi elevasi memiliki kaitan dengan suhu udara.
Semakin rendah elevasi pertanaman, suhu udaranya akan semakin tinggi. Maka dari itu, jika kamu ingin menanam teh di daerah rendah kamu memerlukan pohon pelindung. Pohon pelindung ini berfungsi pengontrol suhu udara agar tetap rendah sehingga tanaman teh bisa tumbuh dengan baik.
Berdasarkan keserasian elevasinya, ada 3 kategori daerah yang bisa digunakan untuk menanam pohon teh, yaitu:
- Daerah rendah yang ketinggiannya <800 mdpl
- Daerah sedang yang ketinggiannya berada pada kisaran 800 – 1.200 mdpl
- Daerah tinggi yang berada di >1.200 mdpl
Umumnya, semakin tinggi lokasi perkebunan teh, aroma teh yang dihasilkan akan semakin baik. Kabar baiknya, keserasian elevasi di Indonesia cukup luas, yakni sekitar 400 – 2.000 mdpl.
Membahas tentang syarat tumbuh tanaman teh tidak bisa diselesaikan dalam satu sub bagian ini saja. Untuk itu, kamu perlu membaca sumber lain sebagai referensi tambahan, salah satunya adalah buku Untung Selangit Dari Agribisnis Teh.
Buku ini membahas tentang pedoman lengkap yang disusun secara sederhana, sistematis, lugas dan aplikatif di lapangan ini mengemban inti bahasa potensi komoditas teh, manfaat, mengenal jenis atau klon unggul anjuran, teknik pembibitan dan budi daya, pascapanen, analisis usaha dan pengolahan teh dalam memaknai gelora bisnis teh.
Demikian pembahasan tentang cara budidaya teh. semoga semua pembahasan di atas bermanfaat untuk kalian. Jika ingin mencari buku seputar teh, maka kalian bisa mendapatkannya di gramedia.com. Jangan lupa, kamu bisa menemukan berbagai buku terkait serta koleksi best seller lainnya di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap menghadirkan informasi dan produk terbaik untukmu! Yuk, sama-sama kita #TumbuhBersama dengan Gramedia.
Penulis: Gilang Oktaviana
Sumber:
W, D, Herawati (2013) Teknik Budidaya Tanaman Teh
Baca juga:
- Apa Saja Flora di Indonesia
- Cara Merawat Kaktus
- Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri
- Tanaman Hias Yang Mahal
- Tanaman Air Hias
- Tanaman Obat Keluarga
- Tanaman Hias Daun
- Tanaman Hias Gantung
- Tanaman Hias Bunga
- Tanaman Hias Indoor
- Budidaya Tanaman Sayuran
- Tanaman Rambat Dinding dan Gantung
- Tumbuhan Langka di Indonesia
- Macam Macam Bunga
- Manfaat Kayu Gaharu
- Jenis Bunga Hias
- Jenis Kayu
- Cara Merawat Tanaman Hias
- Budidaya Tanaman Pangan
- Pupuk Urea
- Tanaman Pagar Tahan Panas