Jeffrey Don’t Throw Me Away merupakan spin-off dari novel karya Dekdi A. berjudul The Lucifer Prince Who Fell for Me. Dekdi A menulis novel Jeffrey Don’t Throw Me Away pada tahun 2021, lalu cerita ini diterbitkan oleh Reneluv pada tahun 2022. Diangkat dari platform Wattpad, cerita ini sudah dibaca oleh 1,6 juta orang
Novel dengan 412 halaman ini ber-genre fantasy dan memiliki alur yang hampir sama dengan tokoh utama dalam novel The Lucifer Prince Who Fell for Me. Bercerita tentang seorang Ratu yang hidup kembali di masa lalu dan dihadapkan dengan pilihan yang sudah ia ketahui konsekuensinya dan apa yang akan terjadi di masa depan. Dekdi A. mengemas alur cerita ini secara mengejutkan dan membuat pembaca tak bisa menebak-nebak.
Dekdi A. adalah seorang penulis yang telah menulis lima karya, meliputi Perfectionist Doctor and Me, The Proposal, The Lucifer Prince Who Fell for Me, Hot Lecturer and Me, dan Jeffrey Don’t Throw Me Away. Ia merupakan penulis dengan spesialisasi fantasy yang karya serunya selalu ditunggu-tunggu oleh pembaca.
Table of Contents
Sinopsis Novel Jeffrey Don’t Throw Me Away
Jeffrey Don’t Throw Me Away bercerita tentang Julian Rozeanne Pollin, seorang Lady bangsawan yang menikah dengan putra seorang Raja Deros, Jeffrey Narenth Felipe. Jeffrey menikahi Julian atas saran dari Deros yang pernah ditolong oleh Julian ketika terjatuh dalam tebing curam. Sebagai ucapan terima kasih karena Julian telah merawatnya dengan baik, Deros membawanya ke istana dan menikahkan Julian dengan putranya yang kemudian diangkat menjadi Raja.
Julian terpesona dengan paras Jeffrey, wajah dinginnya, dan bagaimana caranya berbicara. Ia jatuh cinta pada lelaki itu dan berusaha menjadi ratu yang bisa diandalkan di negeri Manuala. Meski lelaki itu tidak mencintainya, namun Jeffrey masih menghormatinya sebagai Ratu.
Kehidupan pernikahan mereka sangat indah bahkan diimpikan oleh semua orang. Julian melahirkan seorang putra yang cerdas dan dicintai rakyat, Jeno Narenth Felipe. Hari-hari Julian yang sepi dipenuhi oleh tawa anaknya yang menggemaskan.
Namun suatu hari, diketahui sebuah kebenaran bahwa Jeffrey berselingkuh dengan wanita lain di istana–yang merupakan dayang. Julian sangat kecewa karena dari perselingkuhan itu lahir seorang anak seusia putranya yang tidak bersalah. Julian berusaha menerima pengkhianatan suaminya dan merawat anak itu.
Ujian lain harus diterima Julian karena Pangeran Jeno tiba-tiba jatuh sakit. Putranya itu sakit keras selama satu bulan dan setelah Julian meminta petunjuk pada penyihir yang ada di hutan untuk kesembuhan putranya, penyihir itu memberitahu bahwa Pusaka Suci Manula ingin nyawa dari anak itu karena keluarga kerajaan telah melanggar ketentuan di negeri Manuala.
Julian yang tidak memiliki keinginan apapun dalam hidupnya selain kesembuhan putranya, rela menukarkan jiwanya. Ia menukar rasa sakit yang Jeno rasakan ke dalam tubuhnya dan membuat perjanjian dengan pusaka suci hingga ajal memanggil nyawanya.
Julian seharusnya telah tiada. Namun suatu hari ketika ia membuka mata, ia kembali ke sebuah kastil suram di Vien. Vien merupakan wilayah satu-satunya yang paling miskin di Manuala. Julian memeriksa seluruh tubuhnya dan menemukan sosok yang tak ia kenali dalam pantulan cermin, sosok itu terlihat jauh lebih muda dari apa yang ia ingat.
Dalam ingatannya, ia sudah menghembuskan napas terakhir dengan kemalangan. Namun, kini berdiri tubuh yang sangat sehat di depan cermin. Ia bahkan kembali mengulangi adegan yang sudah pernah ia jalani sebelumnya. Bagaimana akhir kisah dari Julian?
Review Novel Jeffrey Don’t Throw Me Away
Jeffrey Don’t Throw Me Away benar-benar amazing.
Melalui novel ini, Dekdi kembali membuktikan bahwa ia adalah salah satu penulis lokal terbaik untuk genre fantasy setelah sebelumnya menulis The Lucifer Prince Who Fell for Me yang juga tidak kalah serunya. Kedua novel ini bukanlah sequel yang harus dibaca berkelanjutan, namun membaca keduanya pun sama sekali tidak rugi.
Jeffrey Don’t Throw Me merupakan spin-off dari The Lucifer Prince Who Fell for Me. Novel ini hampir sama mengangkat cerita fantasi bertema isekai. Isekai adalah dunia lain yang berbeda jauh dengan bumi ini dan umumnya tokoh protagonis merupakan orang yang dilahirkan kembali (reinkarnasi), dipanggil, atau ditarik ke dalam sebuah gerbang maupun portal dari waktu atau dunia yang berbeda.
Tokoh tersebut dalam novel ini adalah Julian Rozeanne Pollin. Ia yang tadinya sudah meninggal dihidupkan kembali dan mengulang kejadian di masa lalu yang pernah ia alami. Karena sudah mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, Julian mengambil tindakan-tindakan untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk yang pernah ia alami di masa lalu.
Salah satunya pengkhianatan yang dilakukan Jeffrey Narenth Felipe. Di masa Julian dihidupkan kembali, ia tetap memilih menikah dengan lelaki itu demi melahirkan kembali seorang anak bernama Jeno Narenth Felipe, putranya yang sangat ia cintai dan ia tinggalkan di masa lalu.
Setiap halaman novel ini membuat jantung berdebar dengan jalan ceritanya yang sulit ditebak, pembaca seperti menebak-nebak apakah yang terjadi di masa lalu akan kembali terulang di masa kini ketika Julian dihidupkan dan menjalani hal yang sama. Rasa penasaran terus muncul ketika banyak kejadian terjadi yang membuat takdir itu perlahan berubah.
Tokoh Julian digambarkan dengan sangat baik. Sebagai perempuan yang cantik, cerdas, mandiri, pengertian, penyayang, dan memandang segala masalah dari berbagai sisi. Sebagai seorang Ratu yang dulunya tinggal di wilayah paling miskin dan sering mendapat penyiksaan dari sang ayah, karakter Julian benar-benar menakjubkan.
Sementara Jeffery, pembaca akan terus mengumpat padanya dari awal cerita karena ia adalah pembuat masalah di masa lalu. Sifat Jeffery yang labil, arogan, egois, mungkin akan membuat pembaca mengira bahwa ia adalah tokoh antagonis sampai akhirnya ia memperlihatkan sisi gelap yang tak pernah ia bagi pada siapa pun, selain pada Julian–dan Rosaline.
Ya. Sepanjang cerita pembaca akan terus menebak-nebak siapa tokoh antagonis dalam cerita ini sampai tebakan itu satu per satu akhirnya salah. Dekdi memahat karakter setiap tokoh dengan sangat kuat dan membuat pembaca bingung harus berada di pihak siapa.
Lebih menarik lagi, novel ini secara tersirat juga menggambarkan konflik dalam pernikahan yang disebabkan oleh dua tokoh utamanya kehilangan hal paling mendasar, yaitu komunikasi. Melihat Julian dan Jeffrey melakukan deep-talk setiap malam sambil memandang ke arah jendela, akan membuat pembaca menyadari bahwa hal itulah yang dibutuhkan dalam pernikahan.
Tak hanya tentang komunikasi. Penerimaan yang baik terhadap pasangan juga direpresentasikan oleh novel ini melalui tokoh Julian. Cara Julian membuat Jeffrey terbuka, cara Julian merespon setiap ucapan Jeffrey, cara Julian menerima kelemahan Jeffrey, cara Julian membuat Jeffrey percaya, segala hal yang ada pada tokoh Julian dapat membuat pembaca banyak belajar.
Meski begitu, novel ini mungkin bukan cangkir teh bagi semua orang, mengingat genre-nya yang fantasy dan mengangkat tema isekai. Selain itu, karena menceritakan tentang hubungan suami istri, ada beberapa adegan dewasa dalam novel yang hanya bisa dibaca oleh umur 17 tahun ke atas, sehingga novel ini tidak menjangkau semua usia.
Namun novel ini tidak hanya bercerita tentang kisah cinta Julian dan Jeffrey. Konflik kerajaan, ambisi, persahabatan, keluarga, status sosial, mental issue, pengkhianatan, peperangan, bahkan pembunuhan dan hal menegangkan lainnya menjadi bumbu menarik yang akan membuat pembaca ingin menyelesaikan novel ini dalam sekali duduk.
Novel ini mengandung banyak plot-twist dan mengaduk-aduk perasaan pembaca. Rasa kesal, marah, sedih, gemas, bahagia, penasaran, semuanya bercampur menjadi satu. Novel ini sangat cocok untuk dibaca karena tidak akan mengecewakan.
Novel Jeffrey Don’t Throw Me Away. bisa kamu dapatkan di toko buku gramedia terdekat atau di website gramedia.com. Yuk, ikuti kisah hidup Julian di negeri Manuala dan dapatkan novelnya sekarang juga!
Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.
Penulis: Ananda Aprilia
Rekomendasi Buku Terkait
Historical Romance: Buku Harian Miss Miranda Cheever (The Secret Diaries Of Miss Miranda Cheever)
Pada usia sepuluh tahun, Miranda Cheever tidak menunjukkan tanda-tanda kecantikan memukau. Ia bahkan sudah bisa menerima hal itu, sampai suatu hari Nigel Bevelstoke–Viscount Turner yang menawan–berkata suatu hari nanti Miranda akan tumbuh dewasa menjadi dirinya yang sejati, bahwa kecantikannya akan sebanding dengan otaknya yang pintar. Kemudian saat itu, Miranda yakin ia akan mencintai pria itu selamanya. Namun, tahun-tahun berikutnya membawa berbagai hal tak terduga dalam hidup mereka.
Historical Romance: Putri Es (The Ice Princess)
Sebagai Aphrodite sang penguasa Grotto, Coral Smythe tahu persis apa yang diinginkan pria, tetapi ia sendiri tak pernah jatuh cinta. Hingga Kapten Isaac Wargate datang ke Grotto dan menatap matanya.
Kapten Wargate tampak sangat membenci Aphrodite karena bisnis yang dijalankan wanita itu. Terutama karena semua anak buah sang kapten selalu datang ke Grotto dan mengabaikan kapal serta tugas-tugas mereka, membuat sang kapten harus menjemput mereka ke Grotto. Tetapi, suatu malam, sang Aphrodite dijadikan taruhan. Siapa pun yang menang bisa menghabiskan tujuh hari bersamanya. Wargate pun ikut demi melindunginya dari pria lain.
Jantung Coral berdebar karena sang kapten membuatnya terpesona, tetapi ia tahu pria seperti Wargate takkan mungkin jatuh cinta kepadanya. Apa yang harus ia lakukan setelah hari ke-7 kebersamaan mereka berakhir?
- Review Buku #Berhentidikamu
- Review Buku 1984
- Review Buku Bagaimana Manusia Berpikir
- Review Buku Bilang Begini Maksudnya Begitu
- Review Buku China Rich Girlfriend
- Review Buku Dilan 1991
- Review Buku Family Constellation Karya Meilinda Sutanto
- Review Buku Fantastic Beasts And Where To Find Them
- Review Buku Filosofi Montessori
- Review Buku Ghosting Writer
- Review Buku I Am Sarahza
- Review Buku Intover: Sebuah Novel Penggugat Jiwa
- Review Buku Menemukan Bahagia dalam Hal-Hal Kecil
- Review Buku Misty Falls
- Review Buku Orang Pertama Tunggal
- Review Buku Pelukis di Atas Awan
- Review Buku Puisi dan Bulu Kuduk
- Review Buku Ramuan Penangkal Kiamat
- Review Buku Sepotong Senja Untuk Pacarku
- Review Buku The Strangers In The Lifeboat
- Review Komik Arakawa Under The Bridge
- Review Komik Chainsaw Man
- Review Komik Dr. Stone: Kisah Si Jenius Senku
- Review Komik Immortal Butterfly: Dark Urban Legend
- Review Komik Sakamoto Days Karya Yuto Suzuki
- Review Novel A Midsummer Night’s Dream
- Review Novel Aku, Kamu, dan Hujan
- Review Novel Aku Tak Membenci Hujan
- Review Novel Antara Fajar dan Senja
- Review Novel Awan-Awan di Atas Kepala Kita
- Review Novel Bilangan Fu
- Review Novel Broken Clouds
- Review Novel Bungo Stray Dogs 3 - Kisah Rahasia Berdirinya Biro Detektif
- Review Novel Cerita Ade Karya
- Review Novel City Lite: My Younger Brother
- Review Novel Crazy Rich Asian
- Review Novel Dijodohin Karya Ariniimandasari
- Review Novel Dora Bruder Karya Patrick Modiano
- Review Novel Dua Belas Pasang Mata
- Review Novel Emerald Pieces
- Review Novel Fairham Island #1: Rahasia Masa Lalu
- Review Novel Fairham Island #2: Rahasia Masa Kini
- Review Novel Jeffrey Don’t Throw Me Away
- Review Novel Greyfriars Bobby
- Review Novel Kerudung Merah Kirmizi
- Review Novel Kitalah yang Ada di Sini Sekarang
- Review Novel Love Scenario Karya Cantika Zhr
- Review Novel Melacak Jejak
- Review Novel Midnight Prince
- Review Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda
- Review Novel My Hottest Duda
- Review Novel Laiqa: Berapa Jarak antara Luka dan Rumahmu
- Review Novel Pan's Labyrinth
- Review Novel Pangeran Rayhaan
- Review Novel Paper Umbrella
- Review Novel Peniru dan Pembunuhan Tanpa Jasad
- Review Novel Psychic Detective Yakumo 3
- Review Novel Psychic Detective Yakumo 4
- Review Novel Respati
- Review Novel Rainbirds Karya Clarissa Goenawan
- Review Novel Sehidup Sehati
- Review Novel Setan Setan Menggugat
- Review Novel Serangkai
- Review Novel Sketsa-Sketsa: Terima Kasih
- Review Novel Tangerine Green
- Review Novel Tangis di Rinai Gerimis
- Review Novel Tempurung Karya Oka Rusmini
- Review Novel The Borrowed (13.67)
- Review Novel The Confessions of The Sirens
- Review Novel The Good Daughter Karya Karin Slaughter
- Review Novel Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan
- Review Novel Ziarah (The Pilgrimage) Karya Paulo Coelho
- Review A Poem in My Mind
- Review Deep Water (Keheningan Fatal)
- Review Ospek Karya Ruth Hotmartua
- Review Petunjuk Menikmati Hidup dan Pekerjaan
- Review Rahasia-Rahasia Kecil Karya Anna Snoekstra
- Review Sadness & Other Things
- Secrets of Power Negotiating
- Review The Lucky Ones
- Unit 183 Karya Chikita