Sigmund Freud
Musa dan Monoteisme
Format Buku
Deskripsi
Moses and Monotheism bukanlah buku yang terbilang mudah untuk ditulis atau dipublikasikan oleh Freud. Ia mulai menuliskan buku ini pada tahun 1930-an saat ia masih menetap di Wina, ia sadar betul bahwa apabila ia memublikasikan buku ini maka ia harus bersedia merekam kebencian dari Gereja Katolik Austria. Bagaimanapun, buku ini lebih menekankan pada beberapa hal yang aneh dan cenderung agak mengganggu. Dan, yang paling mengejutkan, dikatakan bahwa Musa sendiri bukanlah seorang Yahudi. Selain itu, Freud juga mengatakan dalam buku ini bahwa gagasan monoteisme bukanlah berasal dari agama Yahudi, melainkan adalah penemuan Mesir—yang diturunkan dari pemujaan Dewa Matahari Mesir bernama Aton.
Lantas, bagaimana Freud bisa berasumsi demikian? Buku ini menjabarkan pikiran-pikiran yang tak biasa. Selamat membaca!
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Desember 2023
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.
Baca Selengkapnya
Detail Buku

Sigmund Freud
Musa dan Monoteisme