Kesehatan

Kenali Jenis-Jenis KB Beserta Pengertian dan Tujuannya

Written by Ratih

Jenis KB – Kekhawatiran akan terjadinya ledakan populasi manusia mendorong negara untuk menggiatkan program Keluarga Berencana (KB). Program ini tentu bukan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah populasi di Indonesia, namun untuk mengendalikan untuk meminimalisir terjadinya kelahiran yang kurang berkualitas. Mungkin itu maksudnya ya, Grameds.

Dalam ulasan kali ini kita akan fokus membahas secara secara singkat apa itu KB dan mengapa dianggap perlu. Dan kita akan membahas lebih banyak mengenai macam-macam KB yang ada dan legal hingga hari ini. Yuk  Grameds langsung kita bahas saja ya.

Sebelum membahas lebih jauh, bagi kalian yang berada pada usia subur namun ingin menjalankan program keluarga berencana, buku berjudul Buku Referensi Program Keluarga Berencana Bagi Pasangan Usia Subur dapat menjadi bacaan kalian. Pasangan subur berkisar antara 20-45 tahun.

Judul: Buku Referensi Program Keluarga Berencana Bagi Pasangan Usia Subur

button rahmad jpg

Jenis KB yang Bisa Dilakukan oleh Sebuah Keluarga

Dalam penerapannya untuk mengkampanyekan program KB, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) mensosialisasikan serta mengajak masyarakat untuk memilih salah satu dari beberapa pilihan jenis KB yang ada. Terlepas mana yang disarankan atau tidak, tentu jenis KB tersebut perlu dikonsultasikan dulu dengan tenaga medis yang kompeten agar dapat diperiksa lebih dulu. Berikut ini merupakan jenis-jenis KB yang selama menjadi pilihan keluarga:

1. Kontrasepsi Alami

Kontrasepsi alami merupakan salah satu jenis kontrasepsi tanpa adanya bantuan alat kontrasepsi seperti obat, alat, atau prosedur lainnya. Karena tidak memerlukan alat bantu, jenis KB ini merupakan jenis KB yang paling aman karena tidak ada efek samping yang dihasilkan.

Bagi suami atau istri yang tidak cocok dengan alat kontrasepsi, Grameds dapat memilih kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan. Tidak ada rasa sakit atau efek hormonal yang akan terjadi pada kamu. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Grameds pilih untuk menjalankan KB alami:

a. Menggunakan Metode Kalender

Ketika Grameds melakukan hubungan suami istri di saat masa subur, kemungkinan terjadinya kehamilan sangat tinggi. Hal ini dikarenakan banyaknya sel telur yang siap dibuahi oleh sel sperma. Metode kalender dilakukan dengan cara menghindari hubungan istri di masa-masa subur tersebut.

Grameds perlu mengenali siklus menstruasi pribadi. Misalkan saja siklus Grameds adalah 28 hari, maka masa suburmu adalah hari ke-14 sejak hari pertama menstruasi terakhir atau hari ke-7 setelah Anda bersih. Fase ini bisa terjad selama 5-7 hari lamanya.

Dengan demikian, masa subur bisa terjadi pada hari ke-14 sampai 21 sejak menstruasi pertama atau hari ke-7 hingga hari ke-14 sejak bersih dari haid. Namun demikian, lamanya masa subur setiap orang tidak sama. Waktunya pun tidak selalu sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Apabila salah perhitungan, KB yang Grameds  rencanakan bisa saja gagal.

Oleh karena itu, penggunaan metode kalender ini perlu didukung dengan metode lainnya, yaitu memeriksa lendir serviks yang keluar dari bagian reproduksi istri. Pada saat masa subur, lendir serviks akan semakin banyak karena kadar estrogen Grameds meningkat.

Di saat fase ini, lendir serviks yang keluar dari bagian reproduksi Grameds  akan tampak putih bening bagai putih telur, lengket, dan licin. Lendir serviks ini mampu membawa sperma bergerak masuk menuju sel telur. Dengan demikian, sperma akan lebih mudah untuk membuahi sel telur yang sedang banyak diproduksi oleh ovarium.

Cara memeriksa lendir serviks ini cukup mudah. Pertama, pastikan Grameds telah mencuci tangan hingga bersih. Kedua, masukkan jari telunjuk dan jari tengah ke dalam bagian reproduksi hingga mencapai serviks atau mengusapkan tisu ke bagian tersebut. Ketiga, amati lendir serviks apakah memiliki ciri-ciri seperti paragraf sebelumnya.

Jika ya, maka Grameds sedang berada dalam masa subur. Cara lainya ialah, Grameds dapat mengecek bagian celana dalam yang terkena lendir serviks.

Masih ingin bukti lain untuk meyakinkan dirimu sedang masa subur atau tidak? Grameds dapat memeriksa suhu basal tubuh. Suhu basal tubuh merupakan suhu tubuh saat Grameds sedang istirahat, misal saat bangun tidur.

Pada saat masa subur, suhu basal tubuh wanita akan meningkat sampai 0,30 C. Jika kondisi tersebut terjadi dalam tiga hari, maka kemungkinan besar Grameds sedang berada pada masa subur.

b. Ejakulasi di Luar

Syarat utama terjadinya kehamilan adalah adanya pertemuan sel sperma dengan sel telur. Jika hal ini dapat dihindari, maka kehamilan tidak akan terjadi. Salah satu cara untuk mencegah kehamilan adalah suami tidak melakukan ejakulasi di dalam bagian reproduksi istri.

Metode ini juga bisa dikatakan sebagai senggama putus atau azl. Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada kemampuan suami untuk mengontrol diri dan mawas diri. Hal ini karena ketepatan waktu menjadi syarat utama keberhasilan metode ini. Terlambat sepersekian detik saja, sperma tetap bisa masuk ke dalam bagian reproduksi istri dan ada kemungkinan untuk membuahi sel telur.

3. ASI Eksklusif

Pemberian ASI secara eksklusif tidak hanya bermanfaat untuk bayi, namun juga dapat mencegah kehamilan pada ibu yang sedang aktif menyusui anaknya. Bagaimana bisa? Proses menyusui dipercaya bisa menghambat produksi sel telur dan menstruasi bagi ibu yang baru saja melahirkan. Metode ini dinamakan dengan amenore laktasi.

Caranya adalah Grameds siap menyusui si kecil kapanpun dia membutuhkan ASI. Sebaiknya, jeda minum ASI si kecil tidak lebih dari 4 jam saat siang dan 6 jam saat malam. Bagaimana jika kamu sudah mengalami menstruasi kembali?

Grameds tidak dianjurkan menggunakan jenis KB ini lagi. Karena dengan adanya menstruasi, telah ada sinyal bagi tubuh Grameds bahwa ovarium telah melepas sel telur kembali. Artinya kamu sudah bisa mengandung lagi.

2. Kondom Pria

pexels.com/cottonbro studio

Kondom merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang paling populer. Mayoritas kondom yang beredar di pasaran terbuat dari lateks (mengacu pada lateks karet alam atau cairan getah dari pohon karet) yang relatif aman untuk digunakan. Meskipun jarang, ada juga kondom yang terbuat dari bahan plastik atau kulit binatang.

Alat KB ini digunakan dengan cara memasangkannya pada bagian reproduksi pria saat ereksi. Sesuai dengan fungsinya, nantinya kondom akan mencegah masuknya sperma ke dalam organ reproduksi istri, sehingga nyaris menihilkan kemungkinan terjadinya pembuahan sel telur.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita pahami bahwa kondom pria hanya digunakan untuk sekali pakai. Grameds tidak perlu khawatir, karena harga kondom di pasaran relatif cukup murah, mulai dari Rp 3.000 per pcs. Dalam pemilihan, pastikan kamu telah membaca dan menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan diimu sendiri, seperti alergi kulit, rasa nyeri, atau lainnya.

Istilah kondom mempunyai beragam versi mengenai asal-usulnya. Namun kisah paling lama menyebutkan bahwa kondom diambil dari nama seorang dokter, yakni Dr. Condom, dari Inggris yang memperkenalkan corong untuk menutupi organ reproduksi pria guna melindungi Raja Charles II dari penularan penyakit kelamin pada tahun 1600.

Agar kondom dapat berfungsi dengan baik, Grameds perlu membaca dengan seksama cara memasang yang benar. Di kemasannya terdapat cara penggunaan dan pemasangannya. Apabila Grameds terbalik dalam memasangnya, atau tidak tepat dalam memasangnya, bisa saja mengakibatkan keberadaannya menjadi sia-sia.

Kelebihan kondom adalah penggunaannya mudah, harga terjangkau, tidak perlu arahan medis, sekali pakai sehingga praktis, banyak varian rasa, mudah didapatkan, dan jarang menimbulkan efek samping. Sementara itu, kekurangan kondom sendiri adalah resiko ruam dan gatal bagi yang alergi terhadap bahannya, resiko kondom bocor atau rusak (meskipun sangat kecil kemungkinannya), bisa robek jika terkena gesekan yang berlebihan, bagi sebagian orang, kenikmatan hubungan istri kurang maksimal, dan terkadang membuat sensasi bercinta menjadi turun karena harus berhenti sejenak untuk memasangnya.

3. Suntik KB

pexels.com/ Karolina Grabowska

Jenis KB berikutnya adalah suntik KB. Sesuai dengan namanya, kontrasepsi suntik merupakan jenis KB yang disuntikkan di bagian tubuh tertentu (biasanya di lengan atas, paha, bokong, atau lengan atas) dan memiliki pengaruh terhadap kondisi hormon dalam tubuh kamu. Ketika Grameds memilih jenis KB ini, hormon progestogen (progestin) akan disuntikkan ke dalam tubuh-mu yang dapat mengakibatkan berhentinya ovulasi (pelepasan sel telur).

Suntik KB yang paling umum diberikan di Indonesia ada dua jenis, yakni suntik KB 1 bulan dan suntik KB 3 bulan. Untuk suntik KB 1 bulan sendiri, KB jenis ini mengandung hormon estrogen dan progestin.

Seharusnya suntik KB 1 bulan tidak terlalu berdampak pada siklus menstruasi. Artinya siklus haid Grameds akan tetap teratur. Setelah tiga bulan suntikan dihentikan, kalian dapat mengalami masa subur lagi seperti sebelumnya.

Meskipun kelihatannya tidak begitu berefek banyak, tetap saja suntik KB 1 bulan memiliki kekurangan. Beberapa di antaranya adalah adanya resiko pendarahan tidak normal (meskipun jarang), pusing dan payudara lebih sensitif atau nyeri, perasaan lebih sensitif, tidak cocok untuk yang mengalami migrain, dan tidak dapat melindungi dari penyakit kelamin menular.

Sementara untuk suntik KB 3 bulan, progestin yang disuntikkan ke dalam tubuh Grameds akan menghentikan pelepasan sel telur sehingga dapat mencegah terjadinya pembuahan. Hormon ini juga dapat menebalkan cairan vagina sehingga dapat mencegah sperma untuk menuju sel telur. Tidak hanya itu, hormon tersebut dapat mencegah pertumbuhan janin dengan cara menipiskan dinding rahim.

Dengan memilih suntik KB 3 bulan ini, Grameds tidak perlu mengkonsumsi obat pendamping apapun. Suntik KB 3 bulan ini juga relatif aman bagi ibu menyusui, mengurangi resiko terkena kanker ovarium dan rahim, tidak perlu ke dokter jika ingin berhenti (cukup hentikan pemakaiannya), dan tidak perlu repot setiap bulan harus suntik KB).

Sementara itu, KB suntik 3 bulan berpotensi dapat menyebabkan sakit kepala, kenaikan berat badan, haid tidak teratur, butuh waktu lama untuk kembali subur sejak suntik dihentikan (biasanya setahun), pada beberapa orang bisa mengurangi kepadatan tulang, dan tidak dapat mencegah penularan penyakit kelamin menular.

Selain itu, suntik KB 3 bulan ini tidak cocok untuk Grameds yang mengalami kondisi gangguan hati, pembekuan darah, kanker payudara, penyakit jantung, diabetes, dan resiko tinggi osteoporosis. Oleh karena itu, saat kamu memutuskan ingin memilih suntik KB, sebaiknya kamu berkonsultasi yang mendalam lebih dulu dengan ahlinya.

4. Intrauterine Device (IUD)

Di jaman ini, mungkin sudah banyak wanita, mungkin termasuk Anda, yang mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi IUD. Dari pembicaraan yang umum terjadi antar sesama wanita yang sudah menikah, kontrasepsi ini dianggap cukup aman dan dapat bertahan lama (5-10 tahun).

Bentuk IUD menyerupai huruf “T” dengan ukuran sekitar 3 cm. Alat ini dipasang di dalam rahim sebagaimana yang dijelaskan pada gambar di atas. Secara umum, alat ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu IUD hormonal dan IUD non hormonal.

IUD hormonal akan melepaskan hormon progesteron secara perlahan dalam setiap harinya. Tidak hanya itu, hormon tersebut akan mengentalkan cairan pada bagian leher rahim. Akibatnya, sperma akan lebih sulit untuk masuk ke dalam rahim karena tertahan oleh cairan tadi. Walaupun sperma berhasil masuk dan terjadi pembuahan, hormon ini akan menipiskan dinding rahim yang mengakibatkan sel telur yang sudah dibuahi kesulitan untuk menempel.

Sedangkan pada IUD non hormonal, Grameds akan mendapati lilitan tembaga di sekelilingnya. Tembaga tersebut yang akan menyebabkan keluarnya zat yang menimbulkan inflamasi atau peradangan didalam rahim. Sebelum sel sperma dan sel telur bertemu, keduanya sudah dirusak karena peradangan tersebut.

IUD dapat dipasang kapan saja, baik saat menstruasi ataupun tidak. Bahkan pemasangan IUD di saat haid cenderung lebih mudah dan tidak menimbulkan nyeri yang terlalu karena pada saat itu serviks sedang terbuka. Hanya saja, pemasangan pada kondisi tidak haid memudahkan untuk pengecekkan ada infeksi atau tidak.

Mengingat ketahanannya yang dapat berfungsi dalam jangka waktu yang lama, pemasangan IUD relatif lebih mahal dibandingkan kontrasepsi lainnya. Di rumah sakit , Grameds akan dikenai biaya mulai dari Rp 500.000,00. Namun jika Grameds melakukannya di puskesmas, kamu akan dikenai biaya yang jauh lebih terjangkau. Tentu semua itu tergantung pada merk, jenis, dan biaya fasilitas kesehatan setempat.

Bagi Grameds yang berprofesi sebagai bidan atau sedang menjalani studi kebidanan, kalian perlu memiliki buku Keluarga Berencana (KB) dalam Perspektif Bidan. Di dalamnya, Grameds akan mendapatkan ilmu mengenai konsep kependudukan, perkembangan KB di Indonesia, KIE dalam pelayanan KB, kontrasepsi dengan berbagai metode, pembinaan akseptor dan penanggulangan yang bermasalah, serta dokumentasi pelayanan KB.

button rahmad jpg

Grameds, sebenarnya masih ada beberapa jenis KB lainnya yang belum sempat kita bahas. Sebut saja kondom wanita, pil KB, KB implan, diafragma, spermisida, Intra uterine system (IUS), vasektomi (KB permanen atau sterilisasi pada pria), tubektomi, dan pil KB darurat. Hanya saja, semua tak sempat kita ulas satu per satu di sini. Untuk mempelajari lebih lengkap, Grameds dapat membaca buku Membedah Alat Kontrasepsi : Tips dan Cara Penggunaan yang Tepat.

Judul: Membedah Alat Kontrasepsi : Tips dan Cara Penggunaan yang Tepat

Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB)

button rahmad jpg

Pengertian KB

Bisa dikatakan KB merupakan upaya sebuah keluarga untuk merencanakan masa depan mereka, tak terkecuali kesejahteraan. Hal ini tidak lepas dari seberapa optimal keluarga dapat berjalan dengan mengukur antara kemampuan dan tanggung jawab yang harus dipikul. Besarnya tanggung jawab harus diiringi dengan kemampuan yang cukup karena jika tidak, dikhawatirkan terjadi ketimpangan.

Ketimpangan yang dikhawatirkan adalah terjadinya kelaparan, kurang gizi, pendidikan yang tidak baik, dan lainnya. Oleh karena itu, untuk menyesuaikan kemampuan dan besarnya tanggung jawab masing-masing keluarga, dianggap perlu sebuah perencanaan, khususnya dalam jumlah kelahiran penduduk.

Pemerintah Indonesia sendiri menggencarkan program KB sudah sejak lama. Selain untuk menekan jumlah kelahiran bayi di negara tercinta ini, pemerintah juga memiliki beberapa tujuan, yakni:

  • Terbentuknya keluarga kecil yang sejahtera. Artinya adanya kesesuaian antara kondisi ekonomi dengan tanggung jawab yang harus dipikul oleh sebuah keluarga.
  • Terbentuknya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan alat kontrasepsi.
  • Terjadinya peningkatan kesejahteraan keluarga.
  • Menggencarkan keluarga kecil dengan hanya dua anak.
  • Mencegah terjadinya pernikahan pad anak-anak yang masih berusia dini.
  • Menekan angka resiko kematian ibu dan bayi di usia yang terlalu muda atau tua.

Di antara beberapa tujuan tersebut ada masyarakat yang setuju dan ada juga yang tidak setuju. Terutama soal jumlah anak yang disarankan hanya dua. Namun, kembali lagi bahwa setiap orang mungkin memiliki pandangan yang berbeda.

Grameds, demikianlah ulasan kita mengenai jenis KB. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia berkomitmen untuk mendukung gerakan literasi di Indonesia. Grameds dapat memilih buku-buku terbaik kami dengan mengunjungi situs gramedia.com.

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Mutiani Eka Astutik

Sumber:

  • https://www.alodokter.com/memilih-alat-kontrasepsi
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/alat-kontrasepsi

Buku Membedah Alat Kontrasepsi : Tips dan Cara Penggunaan yang Tepat

Baca juga:

About the author

Ratih