Gramedia Logo
Product image
Product image
Deskripsi
DPR merupakan salah satu lembaga legislatif yang ada di Indonesia, tugas utamanya adalah sebagai penyalur lidah masyarakat dalam menyampaikan aspirasi terhadap pemerintah. Sementara itu Defisit demokrasi adalah suatu situasi dimana kurangnya akuntabilitas dan kontrol atas proses pengambilan keputusan yang demokratis. DPR dan Defisit Demokrasi adalah memori kolektif bangsa dan negeri. Kedua penulisnya bukan orang yang punya kuasa dan hidup bergelimang kekuasaan dan materi, melainkan hanya bagian dari saksi sejarah yang masih selalu berusaha mempertahankan idealisme. Pandangan di buku ini adalah cermin untuk melakukan evaluasi perjalanan demokrasi Indonesia di era baru yang diklaim sebagai ‘era reformasi’, yang penuh kegalauan bagi anak bangsa yang menyadarinya. Melaporkan keadaan negeri dan penghuninya ke luar gedung dengan apa yang penulis lihat dan alami sehari-hari di pusat kekuasaan politik nasional, bukanlah sebuah kesalahan, khususnya membahas kinerja parlemen yang longgar akuntabilitas dan parameter capaian kerjanya. Kedua penulis menuangkannya dalam buku DPR dan Defisit Demokrasi ini sebagai warisan berharga bagi bangsa ini. Harapannya adalah, buku menjadi modal bagi generasi baru untuk terus terpanggil membongkar dan memperbaiki praktik politik yang buruk, agar defisit demokrasi tidak berkelanjutan, sehingga konsolidasi demokratis hanya tinggal impian. Karya ini adalah bagian dari pekerjaan rumah yang belum selesai, sebagai bagian dari refleksi pemikiran dan analisis yang berlanjut, dari kedua penulis sebagai periset/peneliti yang mendalami isu strategis mengenai parlemen dan tata kelola negara dalam rezim demokratis. Judul : DPR dan Defisit Demokrasi Penulis : Poltak Partogi Nainggolan dan Riris Katharina Penerbit : Yayasan Pustaka Obor Indonesia Terbit : 3 Juni 2022 Bahasa : Indonesia ISBN : 9786233211413 Berat : 0.725 kg Lebar : 15.5 cm Panjang : 23 cm Tebal : 668 Halaman
Detail Buku
Product image
Poltak Partogi Nainggolan dan Riris Katharina
DPR dan Defisit Demokrasi